TBN Value
Total Base Number atau TBN adalah satuan cadangan basa dalam pelumas yang Anda gunakan, bukan berarti pelumas tersebut bersifat basa, tetapi total banyaknya logam alkali atau alkali tanah yang bersifat basa di dalam pelumas tersebut dalam mencadangkan nilai mereka. Cara menentukan bagus atau tidaknya pelumas adalah dengan melihat nilai TBN-nya, apakah tinggi atau tidak. Semakin tinggi angka TBN, maka semakin baik pelumas untuk mereduksi asam yang terbentuk selama penggunaan. TBN akan terus turun hingga angka 1.0 dimana pelumas sudah tidak mengandung additives dan harus diganti.
Meskipun begitu, TBN Tinggi juga belum tentu baik, karena Chemical Properties lainnya yang mendukung juga harus diperhatikan, apakah bisa untuk long drain interval atau tidak. Contaminant seperti Sulfur akan membuat pelumas cepat kehilangan TBN yang dihitung dengan mg KOH/g. salah satu sumber sulfur adalah Bahan Bakar yang digunakan, misalnya yang paling umum adalah Pertamina Premium RON88
Kinematic Viscosity
Kinematic Viscosity atau KV adalah nilai atau besaran viskositas suatu pelumas pada suhu operasional, biasanya diukur pada suhu 40'C dan 100'C. KV adalah tingkat kekentalan suatu pelumas dan hubungannya dalam melepas panas. KV juga memiliki batasan-batasan yang sudah diatur, antara lain adalah:
Untuk 100'C
- SAE 0W : 3.8 cSt
- SAE 5W : 3.8 cSt
- SAE 10W : 4.1 cSt
- SAE 15W : 5.6 cSt
- SAE 20W : 5.6 cSt
- SAE 25W : 9.3 cSt
- SAE 20 : 5.6 cSt - 9.3 cSt
- SAE 30 : 9.3 cSt - 12.5 cSt
- SAE 40 : 12.5 cSt - 16.3 cSt
- SAE 50 : 16.3 cSt - 21.9 cSt
- SAE 60 : 21.9 cSt - 26.1 cSt
- SAE 70 : 26.1 cSt >
Apabila pelumas memiliki Viscosity Grade 0W-30 tetapi memiliki Kinematic Viscosity 100'C 15.1 cSt, maka pelumas tersebut harus dipertanyakan kualitasnya. Perumpamaan KV pada air bersuhu 20'C adalah 1 cSt, itu berarti makin turun nilainya maka makin encer atau makin mudah mengalir. Viskositas pelumas sudah diatur sedemikian rupa, sehingga saat 100'C tidak boleh sama dengan air, maka persepsi salah apabila ada seseorang yang mengatakan “Oli X encer kayak air jadi tidak bisa melumasi dengan sempurna,” tanpa bukti empiris ucapan itu hanya hoax belaka. Karena semakin encer maka semakin baik base stock dan juga additives pack yang digunakan, sehingga oli dengan tingkat kekentalan rendah memiliki resistansi yang lebih baik pada mesin. Hal tersebut terbukti dengan maraknya mobil-mobil baru yang beredar malah menggunakan oli 0W-20 atau 0W-30, jadi tidak ada hubungannya antara encer dan melindungi.
Viscosity Index
Viscosity Index adalah nilai yang menentukan seberapa stabil pelumas pada suhu 40'C dan 100'C, makin tinggi nilainya, maka semakin stabil pelumas tersebut, dan semakin mahal harganya. Banyak orang beranggapan VI tidak dibutuhkan di negara Indonesia berdasarkan iklim, tetapi pantauan KV adalah pada 40'C dan 100'C sehingga nilai KV dibutuhkan untuk dianalisa guna menentukan seberapa baik nilai pelumas tersebut.
VI tertinggi dimiliki oleh pelumas dengan base stock Group III ke atas yaitu >140. Tetapi, tambahan additives akan mementukan seberapa nilai VI yang terbentuk, dan VI tidak dapat ditambah dengan additives post-mix. Sehingga jangan berharap menambah additives oli merek X akan menambah Viscosity Index pelumas yang Anda gunakan
Semakin tinggi rentang viskositas, semakin dibutuhkan Viscosity Index yang tinggi, maka oli dengan rentang viskositas 0W-50 sejatinya membutuhkan Viscosity Index yang lebih tinggi dari oli dengan rentang viskositas 0W-20. Dan semakin tinggi VI sebuah pelumas, sedikitnya akan menentukan pula seberapa panjang oli tersebut dapat digunakan.
Cold Cranking Simulator
Cold Cranking Simulator adalah metode testing yang dilakukan pada sebuah pelumas untuk mengetahui seberapa baik kualitas pelumas tersebut apabila diuji dalam suhu dingin. Biasanya pelumas akan diuji berdasarkan titik terendah yang disesuaikan dengan nilai Winter Viscosity.
- SAE 0W | -35'C | 6,200 cP Max
- SAE 5W | -30'C | 6,600 cP Max
- SAE 10W | -25'C | 7,000 cP Max
- SAE 15W | -20'C | 7,000 cp Max
- SAE 20W | -15'C | 9,500 cP Max
- SAE 25W | -10'C | 13,000 cP Max
Pelumas yang lulus uji dalam metode ini harus memiliki nilai Cold Cranking Simulator di bawah nilai tabel di atas. Semakin rendah nilai CCS sebuah pelumas, maka semakin baik pula kualitas pelumas pada saat suhu dingin. Memang di Indonesia hal seperti ini tidak terlalu dibutuhkan, tetapi semakin rendah nilai CCS sebuah pelumas, maka akan menjadi kebaikan saat dilakukan mesin dihidupkan pada pagi hari. Karena pelumas dengan nilai CCS rendah pasti akan melakukan perlindungan lebih optimal pada saat mesin pertama dihidupkan.
NOACK Volatility
NOACK Volatility adalah banyaknya penguapan yang terjadi pada percobaan selama 1 jam dengan suhu 25'C, nilai tertinggi yang diperbolehkan untuk ILSAC GF-5 adalah 15%/g, sehingga semakin kecil nilainya maka pelumas juga akan semakin sulit untuk menguap.
No comments:
Post a Comment